Kategori
Artikel

Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar

Gorengan… Ya makanan satu ini merupakan makanan favorit hampir setiap orang. Bagaimana tidak, tekstur makanan yang renyah dan rasa gurih yang enak membuat makanan satu ini menjadi primadona di semua kalangan masyarakat.

Mulai dari pisang goreng, tempe goreng, bakwan, risoles, roti goreng, dan tidak ketinggalan jajanan gorengan kekinian seperti corndog yang laris diserbu para pembeli.

Gorengan yang disebutkan diatas kebanyakan adonannya terbuat dari tepung adonan, tetapi ada juga gorengan yang menggunakan tepung roti atau tepung panir.

Tepung roti atau panir biasanya digunakan untuk lapisan gorengan seperti risoles, roti goreng, maupun pisang goreng. Selain gorengan diatas tepung panir juga merupakan lapisan luar dari nugget.

Saat sedang ingin membuat gorengan berbahan tepung panir di atas, balutan tepung yang kita gunakan biasanya susah menempel dan akan rontok saat digoreng dan ditiriskan.

Ini dapat membuat minyak goreng yang kita gunakan menjadi kotor dan keruh. Apalagi saat ini harga minyak goreng dipasaran yang sangat mahal.

Agar hal ini tidak terjadi, yuk simak cara menggoreng makanan berbalut tepung roti yang benar agar adonan tepung roti dan panir menempel sempurna pada gorengan.

Mempersiapkan Bahan Celup

ilustrasi adonan sedang dilapisi tepung roti. (SHUTTERSTOCK)

Agar adonan tepung roti atau panir melekat sempurna, cukup siapkan adonan bahan celup.

Biasanya bahan celup yang digunakan adalah adonan air, telur, dan larutan tepung.

Pastikan bahan celup dalam kondisi baik.

Selain menggunakan adonan bahan celup diatas, untuk makanan yang memiliki cita rasa gurih, adonan perekat yang paling cocok adalah telur.

Bisa menggunakan putih telurnya saja atau telur utuh yang dikocok.

Telur akan membuat panir atau tepung roti melekat baik dibandingkan dengan tepung.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Tepung Roti dan Panir (Bread Crumbs)

Untuk makanan yang memiliki cita rasa manis, anda dapat menggunakan 3 campuran tadi.

Setelah dicelup, lapisi adonan yang akan kalian goreng dengan tepung roti atau panir. Jangan lupa untuk menepuk-nepuk pelan adonan gorengan tadi agar tepung roti atau panir melekat dengan sempurna.

Dengan menepuk adonan gorengan, kalian dapat menghindari sisa tepung roti atau panir yang belum menempel sempurna dengan gorengan rontok dan mengotori minyak goreng.

Simpan Di Kulkas

Jika anda mempunyai banyak waktu, anda dapat menyimpan adonan gorengan yang sudah dilapisi tepung roti atau panir tadi kedalam kulkas.

Hal ini dapat membuat tepung roti atau panir yang akan kita goreng menempel sempurna dengan adonan.

Letakan dalam wadah tertutup, kemudian masukan ke dalam kulkas selama kurang lebih 30 menit.

Ini dapat mengurangi tepung roti atau panir rontok saat digoreng.

Gunakan Minyak Goreng Yang Banyak

Salah satu cara agar gorengan yang berbalut tepung roti atau panir matang sempurna adalah dengan cara menggoreng dalam minyak yang banyak.

Rendam gorengan kedalam minyak, pastikan sebelum di rendam minyak dalam keadaan benar-benar panas agar hasil gorengan tidak terlalu berminyak.

Gorengan yang digoreng dengan minyak banyak yang panas tidak boleh digoreng terlalu lama. Hanya jika, adonan gorengan di dalamnya sudah matang.

Sedangkan jika adonan yang dilapisi tepung roti atau panir belum matang, gunakan api kecil atau sedang. Menggunakan api besar pada adoanan yang belum matang dapat membuat gorengan yang kita buat gosong dibagian luar tapi belum matang didalam.

Jangan Sering Dibolak-Balik

Trik lainnya agar lapisan tepung roti atau panir tidak mudah rontok adalah dengan tidak sering membolak-balik  adonan yang sedang di goreng. Biarkan adonan beberapa saat agar bernar-benar matang. Lalu kalian bisa balik sisi lainnya.

Tiriskan Gorengan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Dengan Benar

Ilustrasi Meniriskan Gorengan Yang Berbalut Tepung Roti atau Panir (SHUTTERSTOCK)

Tiriskan gorengan yang sudah digoreng di atas kertas penyerap minyak atau tisu dapur.

Pastikan , cemilan dalam posisi berdiri saat ditiriskan. Hal ini dapat membat minyak lebih mudah ditiriskan dan cepat keluar dari gorengan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Cara Menggoreng Makanan Berbalut Tepung Roti Atau Panir Yang Benar. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Tokocsc

Kategori
Artikel

Mengenal Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Pernah tidak kalian mendengar Sodium Propionate atau Calcium Propionate? Terdengar asing di telinga masyarakat. Akan tetapi bagi pelaku industri makanan, minuman, dan bakery pasti sudah tidak asing dengan 2 bahan ini. Lantas apa yang dimaksud dengan Sodium Propionate dan juga Calcium Propionate? Dan apa sih perbedaan kedua zat tersebut?

Mengenal Sodium Propionate

Sodium Propionate

Sodium Propionate atau Sodium Propanoate adalah garam natrium organik yang terdiri dari ion natrium dan ion propionat dalam jumlah yang sama. Garam Sodium dari asam propionik memiliki rumus kimia Na(C2H5COO). Kristal putih ini cenderung mencair saat terkena udara lembab. Senyawa ini memiliki masa molar 96.060 g/mol. Memiliki bentuk kristal transparan, berbau zat asam asetat (asam cuka) dan asam butirat yang samar-samar. Memiliki titik leleh di 289 °C.

Sodium Propionate diproduksi menggunakan reaksi kimia dari asam propionat dan sodium carbonate. Sebagai alternatif, kita dapat menggunakan sodium hydroxide sebagai pengganti sodium carbonate.

Sodium Propionate biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan makanan yang mengandung zat ini diberi label E281. Zat ini biasanya digunakan untuk mencegah pertumbuhan jamur pada produk bakery. Zat aditif makanan ini telah disetujui penggunaannya dibanyak negara di dunia.

Mengenal Calcium Propionate

Calcium Propionate Niacet Probake eks Netherland

Calcium Propionate atau Calcium Propanoate adalah garam kalsium dari asam propionat. Rumus kimia senyawa ini adalah Ca(C2H5COO)2. Bentuk dari Calcium Propionate adalah kristal solid berwana putih. Memiliki masa molar 186.2192 g/mol . Calcium Propionate akan sedikit larut dalam air dengan jumlah 49 g/100 mL pada suhu (0 °C) dan 55.8 g/100 mL (100 °C). Zat ini juga akan sedikit larut dalam alkohol seperti methanol dan ethanol akan tetapi zat ini tidak akan larut dalam zat aseton dan benzena. Struktur kristal senyawa ini bersifat monoklinik.

Calcium Propionate Profina

Calcium Propionate memiliki beberapa kegunaan diantaranya sebagai zat aditif makanan. Memiliki label E282. Selain itu, zat ini merupakan pengawet makanan yang penting. Calcium Propionate digunakan untuk mengawetkan berbagai macam jenis produk mulai dari : roti, produk bakery, daging olahan, whey, dan berbagai produk susu. Dalam industri pertanian, zat ini biasanya digunakan untuk mencegah penyakit milk fever (gangguan metabolik) pada sapi perah, digunakan sebagai suplemen pakan, dll.

Baca Juga Artikel : Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Persamaan antara Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Persamaan kedua zat ini adalah sama-sama merupakan zat garam dari asam propionat (propionic acid) dan kedua senyawa ini penting digunakan sebagai pengawet makanan.

Perbedaan dari Sodium Propionate dan Calcium Propionate

Perbedaan utama 2 zat ini adalah sodium propionate mengandung kation natrium yang terikat pada anion propionat, sedangkan Calcium Pripionate mengandung kation kalsium yang terikat pada dua anion propionat.

Selain itu, Sodium Propionate dapat diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan natrium karbonat sedangkan Calcium Propionate diproduksi melalui reaksi antara asam propionat dan kalsium karbonat. Saat mempertimbangkan penggunaannya, sodium Propionate digunakan sebagai pengawet makanan, bahan tambahan makanan, dan sangat penting dalam produk bakery untuk menghambat pertumbuhan jamur. Sedangkan Calcium Propionate digunakan sebagai aditif makanan pada roti, daging olahan, whey dan berbagai produk susu.

Dalam mengolah produk makanan, Calcium Propionate cenderung lebih bisa diaplikasikan di beberapa makanan seperti roti-rotian, keju, daging olahan, dll. sedangkan Sodium Propionate digunakan pada olahan bakery seperti kue.

Calcium Propionate lebih mampu bekerja dalam keadaan asam maupun basa. Zat ini paling cocok digunakan sebagai pengawet roti karena tidak menyerang ragi. Selain itu Calcium Propionate juga tidak memperlambat proses pengembangan roti.

Sedangkan Sodium Propionate membuat adonan tidak gampang gembos dan mengembang maksimal. Hal ini menjadi masalah bagi Calcium Propionate. Ion Kalsium mempengaruhi baking powder dan kawan-kawannya sehingga akan memperlambat proses pengembangan adonan.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang Sodium Propionate dan Calcium Propionate. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Perbedaan Margarin dan Mentega Untuk Olahan Makanan

Kalian pasti sudah tidak asing dengan kata mentega dan margarin. Kedua produk ini banyak digunakan untuk olahan makanan seperti kue, roti dan sudah beredar luas di masyarakat. Akan tetapi masih banyak masyarakat belum mengetahui perbedaan mentega dan margarin.

Seringkali masyarakat malah menyamakan kedua produk ini. Memang secara fisik mentega dan margarin hampir sama dan susah untuk dibedakan. Akan tetapi kedua produk ini sangatlah berbeda.

Lalu apa sebenarnya perbedaan mentega dan margarin?

Apa Itu Mentega?

Mentega atau butter

1. Bahan Dasar Mentega

Mentega atau butter adalah produk susu yang dibuat menjadi krim. Pembuatan mentega melalu proses pengocokan susu agar lemak padat dari susu terpisah dengan buttermilk atau bagian cair susu.

Susu yang diolah menjadi mentega biasanya berasal dari susu sapi. Namun, ada beberapa jenis susu yang bisa diolah menjadi mentega seperti susu domba, kambing, atau kerbau.

2. Bentuk dan Ciri Mentega

Mentega atau butter memiliki warna kuning pucat atau putih kekuningan, tergantung makanan dari hewannya.

Kandungan lemak pada susu akan mempengaruhi rasa dan tekstur dari mentegai itu sendiri.

3. Jenis – Jenis Mentega

  • Sweet Cream Butter

Pernah dengar mentega krim manis atau sweet cream butter? Mentega jenis ini dibuat dari krim susu yang dipanaskan untuk membunuh patogen dan mencegah pembusukan.

  • Unsalted Butter (Mentega Tawar)

Selain jenis sweet cream butter, ada juga jenis mentega yang dibuat dari susu mentah tanpa proses pemanasan, mentega ini disebut unsalted butter karena rasanya yang tawar.

  • Whipped Butter

Jenis mentega ini dibuat sebagai olesan kue dan roti. Penambahan udara pada proses pembuatan jenis mentega ini, membuat mentega punya konsistensi lebih ringan dan tidak terlalu padat.

Berbanding dengan mentega biasa, jenis mentega whipped butter memiliki kandungan kalori dan lemak lebih sedikit. Kandungan lemak pada mentega menjadi salah satu faktor yang membedakan setiap merk produk mentega.

Karena, kandungan lemak pada mentega dapat mempengaruhi rasa dan juga tekstur dari produk mentega. Oleh karena itu , mentega yang berasal dari lemak hewani cenderung mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan margarin.

Apa Itu Margarin?

Medalia Margarin

Margarin merupakan produk non-dairy yang dibuat sebagai pengganti mentega. pada tahun 1800an, Margarin dibuat menggunakan lemak hewan.

Kini margarin dibuat dari campuran minyak nabati, air, garam, dan pengemulsi. Ada juga beberapa produk margarin yang dicampur dengan susu.

Berbeda dengan mentega, margarin tidak bisa kalian buat sendiri di rumah.

Baca Juga Artikel : Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Perbedaan Mentega Dan Margarin

Perbedaan mentega dan juga margarin yang paling signifikan yaitu lemak yang terkandung di dalamnya. Mentega yang berasal dari susu mengandung lemak jenuh yang tinggi, sedangkan mergarin terbuat dari minyak nabati mengandung lemak trans.

Selain itu tekstur margarin akan lebih padat bila berada di suhu ruangan ketimbang mentega.

Hal itu dikarenakan jumlah lemak jenuh pada margarin akan membuat ikatan yang padat pada suhu ruangan.

Oleh karena itu, jika anda ingin membeli mentega melalui platfrom online, anda harus memilih pengiriman cepat yang dalam hitungan jam.

Sedangkan jika ingin membeli margarin, anda dapat memilih pengiriman dengan durasi lebih lama.

Para pembuat kue kebanyakan memilih mentega karena rasanya. Sedangakan margarin juga memiliki kelebihan tersendiri.

Kandungan air yang tinggi pada margarin, membuat produk-produk yang dibuat menggunakan margarin akan memiliki tekstur yang lebih lembut.

Penggunaan mentega dan margarin terkadang bisa digantikan satu dengan lainnya tergantung kebutuhan dan rasa yang ingin dicari.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang perbedaan mentega dan margarin. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Mengenal High Fructose Corn Syrup

sirup fruktasa dan gula pasir

High fructose corn syrup (HFCS) atau lebih dikenal dengan sirup fruktosa / fructose adalah pemanis buatan yang terbuat dari tepung jagung. Seperti dalam produksi sirup jagung konvensional, tepung pati terurai menjadi glukosa oleh enzim. Untuk membuat fructose syrup awalnya sama seperti membuat sirup jagung, yakni menguraikan pati jagung menjadi glukosa. Selanjutnya diproses oleh glukosa isomerase guna mengubah sebagian glukosa menjadi fruktosa.

Sebagai bahan pemanis, High fructose corn syrup sering dibandingkan dengan gula. Akan tetapi HFCS memiliki keunggulan yaitu lebih mudah di tangani dan lebih hemat biaya ketimbang gula.

Dalam high fructose syrup biasanya terdapat lebel HFCS 42 atau HFCS 55. Berarti kandungan fructose pada sirup sebesar 42% dan 55%. HFCS 42% biasanya digunakan dalam olahan cereal sarapan, sedangkan HFCS 55 digunakan dalam olahan minuman.

Rumus kimia fructose

Proses pembuatan high fructose corn syrup

High fructose corn syrup diperoleh melalui pengolahan sirup glukosa dengan proses isomerisasi. Bila dibandingkan dengan sukrosa (gula pasir), fruktosa / fructose memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi, antara 1,2 sampai 1,6 kali lebih manis. Sirup Fructose berfungsi sebagai pemanis yang mensubstitusi penggunaan gula untuk industri minuman (teh, kopi, jus, dan soft drink), roti dan makanan ringan (kue kering, pastry, roti, selai, dan agar-agar), dan produksi susu (susu kental manis dan es krim).

Mana yang lebih baik? HFCS atau gula meja?

Biasanya terdapat 2 label dalam HFCS, yaitu HFCS 42 dan HFCS 55. nah kandungan fructosa keduanya ternyata tidak jauh berbeda dibandingkan dengan gula pasir.

Nah oleh karena itu, sebenarnya keduanya hampir sama. Akan tetapi sirup fructose lebih mudah untuk ditangani dan cenderung memiliki rasa yang lebih manis dari gula. Selain rasa yang lebih manis dari gula meja, harga HFCS juga 10% lebih murah ketimbang gula meja.

Karena harganya yang lebih murah dari gula meja, sirup fructose sangat cocok digunakan dalam usaha kue, makanan, dan minuman.

Sekian dari kami info tentang high fructose corn sirup (HFCS). Nantikan artikel menarik lainnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Minyak Padat Untuk Olahan Makanan Bebas Minyak

Minyak Padat Frybest

Minyak Goreng… mungkin kata itu yang paling banyak di perbincangkan saat ini. Bagaimana tidak, kelangkaannya membuat harga di pasaran tidak terkontrol, terus meroket dari hari ke hari. Nah, selagi kita berbicara tentang minyak goreng nih, sebagian masyarakat hanya mengetahui kalau minyak itu cair. Tau enggak kalau disamping minyak goreng yang kita ketahui ada yang namanya minyak padat loh… Minyak padat? Bagaimana cara menggoreng kalo minyaknya padat? Nah mari kita bahas semua hal tentang minyak padat, simak dengan seksama ya.

Apa itu minyak padat?

Minyak padat atau frying fat pada umumnya berbentuk padat menyerupai mentega berwarna putih. Sekilas mirip dengan shortening atau mentega putih karena melalui berbagai macam proses. Biasanya minyak padat berbahan baku minyak sawit, kelapa, atau lemak hewani seperti sapi atau babi. Biasanya menggunakan bahan baku pilihan yang kemudian diolah secara teliti dan melalui proses quality check dengan mengatur campuran pada melting point ± 41 derajat C. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pembentukan tekstur di mesin teksturisasi dengan suhu rendah. Dikemas dalam kemasan 15 kilogram, minyak padat yang sudah lolos uji quality check dan quality assurance siap dipasarkan.

Minyakpadat memiliki titik asap lebih tinggi yaitu ± 240 derajat C, dan juga minyak padat lebih tahan dari kerusakan (tidak mudah teroksidasi).

Perbedaan minyak padat dan cair

Meski masyarakat lebih banyak menggunakan minyak goreng cair ketimbang minyak padat, minyak padat memiliki fungsi yang sama seperti minyak goreng cair yaitu untuk menggoreng. Akan tetapi minyak padat dapat dipakai berulang kali (kurang lebih 25 kali), lebih banyak ketimbang minyak goreng cair.

Minyak padat tidak memiliki aroma dan rasa khas yang dapat merusak aroma dan rasa asli makanan. Hasil olahan minyak padat juga cenderung tidak berminyak dan matang lebih merata sehingga sangat cocok digunakan untuk menggoreng fried chicken, donat, berbagai olahan bakery, dll. Selain tidak berminyak dan matang merata, menggoreng dengan minyak padat juga membuat hasil gorengan lebih garing, renyah, dan juga crispy.

Kelebihan dan kekurangan minyak padat

Boleh-boleh saja jika masyarakat ingin menggunakan minyak padat untuk memasak sehari-hari. Lalu kenapa masyarakat pada umumnya cenderung lebih banyak menggunakan minyak goreng cair ketimbang minyak padat?

Kelebihan

Menggoreng dengan minyak padat membuat makanan tidak berminyak karena minyak yang tersisa di olahan makanan tadi akan memadat setelah dingin. Membuat hasil gorengan renyah dan crispy lebih lama tanpa membuat kesan makanan beminyak. Sangat cocok digunakan untuk olahan goreng bebas minyak dan juga bebas dari lemak trans. Minyak padat di klaim dapat digunakan berulang kali ketimbang minyak goreng cair sehingga lebih ekonomis.

Kekurangan

Minyak padat cenderung sulit ditemukan di pasar maupun supermarket. Biasanya dijual di toko bahan kue. Selain itu harga minyak padat lebih mahal ketimbang minyak goreng cair pada umumnya. Minyak padat juga lebih sering dijual dalam jumlah besar karena biasa digunakan untuk usaha restoran, bakery dll.

Untuk masalah harga, minyak padat memang cenderung lebih mahal ketimbang minyak goreng cair. harga minyak padat saat ini sekitar Rp. 30.000 an per kg. 1 kg minyak padat jika mencair jadi sekitar 1,25 liter.

Nah sekian dari kami sedikit info tentang minyak padat. Semoga info ini bermanfaat untuk masyarakat luas. Sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Salam,

Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Gula Halus (Icing Sugar)

Penggunaan gula halus / icing sugar

Para pecinta makanan manis atau makanan penutup (dessert) pasti tidak asing dengan bubuk yang satu ini. Biasanya sebagian besar makanan di kategori ini memproleh rasa manis dari bubuk gula halus atau nama lainnya icing sugar.

Masyarakat pada umumnya mengenal Icing Sugar dengan nama gula halus. Membuatnya sederhana, yaitu menggiling gula pasir hingga menjadi bubuk yang sangat halus.

Tidak berbeda dengan gula pasir, gula halus (icing sugar) memiliki rasa manis yang sama. Yang berbeda hanyalah tekstur seperti bubuk halus seperti tepung. Ketika masuk ke mulut, gula halus mudah meleleh di lidah sehingga memberikan kesan seperti es yang mencair.

Selain gula pasir yang dihaluskan, pembuatan icing sugar juga biasanya menambahkan sejumlah kecil zat anticaking, seperti pati jagung atau trikalsium fosfat (E341). Tujuannya untuk menyerap kelembapan dan membantu biji-bijian tetap terpisah sehingga bisa mengalir bebas, tidak menggumpal maupun menempel satu sama lain.

Cara Membuat Gula Halus (Icing Sugar)

Ada berbagai macam produk gula halus (icing sugar) beredar. Akan tetapi terkadang kita ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, Caranya pun sederhana.

Bahan

Bahan yang kita perlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain adalah :

1 cup gula pasir atau gula kastor

1 sdm tepung jagung

Alat

Alat yang diperlukan untuk membuat gula halus (icing sugar) antara lain :

Blender atau foor processor

Saringan makanan

Langkah dan cara pembuatan

Siapkan gula pasir yang akan kita gunakan. Pastikan blender atau food processor dalam keadaan kering. Masukan gula pasir dan tepung jagung tadi kedalam blender sesuai takarannya. Blender semua bahan tadi hingga benar-benar halus. Jangan biarkan blender terlalu panas karena akan menyebabkan gula halus (icing sugar) yang kita buat menggumpal karena lembap.

Setelah proses penghalusan selesai, pindahkan gula halus (icing sugar) yang kita buat tadi ke saringan. Saring gula halusnya sampai halus seperti bedak.

Icing sugar yang kita buat siap kita gunakan dan dapat kita simpan dengan baik dalam suhu ruangan selama 3 bulan. Jika ingin memperpanjang umur pakainya kalian dapat mendinginkannya. Hal ini dapat membuat gula halus (icing sugar) buatan kita bisa bertahan hingga 6 bulan.

Itu di cara membuat gula halus atau icing sugar yang praktis di rumah. Kalian bisa langsung mencoba sendiri dirumah.

Tips dan info dari Clio Surya Cemerlang

Kategori
Artikel

Baking Syrup Dalam Pembuatan Produk Bakery

Bagi sebagian orang, baking syrup dalam pembuatan produk bakery belum terlalu familiar. Sebagian besar orang masih menggunakan gula pasir dalam membuat kue dan roti, terutama industri rumahan. Padahal penggunaan baking syrup dapat meningkatkan kualitas kue dan roti menjadi lebih baik. Penggunaan baking syrup juga dapat memaksimalkan tingkat mengembangnya roti, karena kandungan dasar dari baking syrup dapat mempercepat proses ragi dalam adonan kue dan roti.

Kandungan Baking Syrup

Baking syrup merupakan formula khusus yang berasal dari berbagai bahan turunan seperti sirup jagung dan tapioka, bahan ini bekerja dengan sangat baik dengan ragi. Formula dari baking syrup ini sendiri mengandung sirup fruktosa, dekstrosa, dan poliol sesuai dengan gula pasir yang akan digunakan bersamaan dangan ragi.

Sirup jagung dan tapioka yang menjadi bahan dasar baking syrup di produksi melalui proses biokimia. Pati dari kedua bahan tersebut dipisahkan dari bulir jagung dan umbi tapioka untuk selanjutnya di proses secara enzimatik. Enzim yang ditambahkan ke dalam campuran air dan pati akan memecah rantai karbohidrat dalam pati menjadi sirup glukosa dan berbagai turunannya.

Penggunaan Baking Syrup

Penggunaan baking syrup dalam pembuatan produk bakery dapat meningkatkan kualitas kue dan roti yang kita buat menjadi lebih baik. Formulasi gula yang tidak tepat dapat menyebabkan roti tidak mengembang dengan optimal.

Penggunaan baking syrup dan gula pasir memiliki banyak persamaan tetapi sedikit memiliki perbedaan. Pada saat proses pengadukan berlangsung, baking syrup masuk bersama dengan bahan basah. Hal ini berbeda dengan gula pasir yang masuk sebagai bahan kering. Saat semua bahan sudah tercampur, waktu pengadukan untuk mencapai kondisi adonan yang kalis cenderung sama. Bahkan di beberapa jenis olahan kue dan roti, baking syrup tercatat memiliki waktu pengadukan lebih cepat. Ini karena ukuran partikel baking syrup yang lebih kecil ketimbang kristal gula pasir yang membantu agar proses untuk mencapai adonan yang homogen dapat berlangsung lebih mudah.                

Jika anda menginginkan roti dengan tekstur chruncy di luar dan berwarna cokelat keemasan, lebih mudah mengontrolnya dengan menggunakan baking syrup. Penggunaan baking syrup dapat membuat tekstur dan warna roti yang sempurna tanpa mengorbankan kualitas dan tingkat kelembutan roti yang kita harapkan.

Nah dari penjelasan tadi dapat kita simpulkan kalau penggunaan baking syrup jauh lebih baik ketimbang dengan gula pasir. Baking syrup juga mengandung zat yang mempercepat proses ragi. Selain itu dari segi harga, baking syrup sangatlah terjangkau dan juga baking syrup mudah kita dapatkan.

Produk Baking Syrup Gold

Kami dari Clio Surya Cemerlang merupakan distributor bahan makanan dan minuman di Bali. Memiliki satu produk unggulan yaitu Baking Syrup Gold. Formula khusus untuk roti, Baking syrup gold mengacu pada bahan yang pembuatan roti di Jepang, tentunya memiliki standard dan kualitas terbaik yang dapat menghasilkan olahan kue dan roti dengan cita rasa enak, bertekstur lembut, memiliki warna lebih cerah yang dapat menggugah selera.

Produk baking syrup kami memiliki kemasan dispenser. lebih mudah dalam menuang sehingga konsumen tidak perlu repot lagi. Untuk mengukur takaran, anda dapat menggunakan gelas volume atau timbangan.

Menyimpan Produk Baking Syrup kami sangat mudah dan memiliki umur penyimpanan yang lebih lama dari gula. Membuat hasil kue dan roti yang anda buat tetap lembut, tidak mudah keras, serta lebih tahan lama dalam berbagai kondisi. Kami selalu memastikan produk Baking Syrup Gold yang kami jual dalam keadaan baik, karena kepuasan konsumen menjadi prioritas utama kami.  

Kunjungi website kami untuk info produk dan pemesanan  http://www.tokocsc.co.id/            

Kategori
Artikel

Bagaimana Menyajikan Susu Bubuk Untuk Dikonsumsi Bayi?

Bayi yang baru lahir idealnya mendapatkan ASI eksklusif dari Ibunya. akan tetapi, dalam beberapa kondisi tertentu, ketika pemberian ASI untuk bayi tidak memungkinkan sehingga perlu menggunakan susu bubuk formula. Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi? Seperti halnya dengan ASI, penyajian susu formula untuk bayi tidak boleh sembarangan. Pentingnya anda dan peralatan yang anda gunakan dalam keadaan bersih dan higienis. Bagaimana cara dan langkah yang benar, aman dan higienis dalam membuat susu untuk bayi?

Cara Menyeduh Susu Bubuk Untuk Bayi

Menyeduh susu bubuk formula bayi tidak bisa sembarangan. Jadi Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi? Untuk memenuhi kebutuhan gizi sang bayi biasanya ibu dari si bayi akan memberikan ASI eksklusif. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi khusus ketika bayi tidak bisa mendapatkan ASI eksklusif dari baru lahir, peran susu bubuk formula bayi sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.

Bayi yang baru lahir mungkin memperoleh ASI eksklusif, akan tetapi ditengah jalan bayi perlu mendapatkan susu bubuk formula karena satu dan lain hal. Selain itu, bayi yang sudah berusia 6 bulan biasanya sudah mulai belajar makan makanan pendamping ASI sehingga diperbolehkan minum seduhan susu bubuk formula maupun ASI dicampur dengan susu bubuk formula.

Memberikan susu bubuk formula untuk bayi harus dengan cara yang baik dan benar, pastikan anda mengetahui cara membuat, menyeduh, dan juga membersihkan peralatan agar aman dan higenis.

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu air yang kurang panas saat menyeduh susu bubuk formula merupakan tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Alhasil, ketika bayi meminum susunya, ia beresiko mengalami gangguan medis pada pencernaan seperti diare yang dapat berujung pada masalah kekurangan gizi karena penyerapannya kurang optimal.

Menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi ada 2 cara. Bisa dengan membuatnya satu persatu atau botol per botol bila perlu, atau membuatnya sekaligus untuk 24 jam dan menuangkannya ke dalam botol-botol.

Agar susu bubuk formula untuk bayi tetap aman, bersih dan higenis, berikut ini langkah dan tata cara membuat, menyeduh dan menyimpan susu bubuk formula yang benar untuk bayi :

1. Cuci Tangan

Langkah pertama adalah mencuci tangan dengan bersih. Kedengarannya memang sepele dan sering kita abaikan, akan tetapi langkah awal ini penting karena kuman banyak menempel pada tangan dapat dapat mengontaminasi susu yang akan kita buat.

Pastikan anda selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir terlebih dahulu sebelum memulai menyiapkan bahan dan peralatan untuk membuat susu formula.

2. Siapkan dan bersihkan botol susu bayi

Setelah anda memastikan tangan anda sudah bersih, anda harus memastikan kalau botol susu dan peralatan lain harus bersih dan higenis. Ini penting karena botol susu yang kurang bersih kemungkinan menyimpan banyak bakteri di dalamnya.

Bersihkan botol susu dengan cara mencucinya dengan air mengalir dan pakai sabun atau sabun khusus mencuci peralatan bayi. Selain sabun kita dapat merendam botol beberapa detik menggunakan air panas agar kuman yang menempel pada botol mati.

Gunakan juga alat seperti sikat khusus botol agar anda bisa menjangkau seluruh bagian botol dengan mudah. Perhatikan kebersihan sikat yang anda gunakan terlebih dahulu. Cuci dan bersihkan sikat sebelum anda gunakan untuk mencuci botol bayi.

Setelah anda sudah memastikan semua bagian botol sudah bersih dari sisa susu yang menempel, lalu bilas dengan air mengalir sampai tidak ada lagi busa sabun yang tertinggal.

Terakhir, anda dapat membiarkan botol yang sudah anda cuci tadi kering dengan sendirinya. Kalau anda terburu-buru dan butuh cepat, anda juga bisa mengelap botolnya dengan tisu. Hindari penggunaan kain lap yang ada di dapur karena kemungkinan sudah terkontaminasi bakteri.

3. Didihkan air dan seduh susu

Sebelum memulai pastikan susu bubuk formula yang anda gunakan tidak kadaluwarsa, pastikan melihat tanggal kadaluwarsa pada kemasan susu bubuk untuk memastikan keamanan bayi. Pahami petunjuk dan juga tata cara penyajian susu yang tertera pada kemasan. Misalnya, berapa sendok takaran susu bubuknya, berapa ml takaran airnya untuk menyeduh susu.

Didihkan air minimal 30 detik. Jika anda menggunakan pot listrik, pastikan menyeduh air sampai pot listrik anda mati secara otomatis lalu biarkan sampai mendingin.

Setelah suhu air sudah suam-suam kuku atau tidak kurang dari 70 derajat celcius, tambahkan sejumlah takaran sendok susu bubuk kedalam air. Mula-mula dengan susu bubuk tertumpuk ke sendok takaran, kemudian dengan sisi rata pisau tepis ke tepi sendok. Kemudian masukan ke dalam botol. Aduk rata susu bubuk sampai larut dengan air, lalu tuangkanlah ke dalam botol. Selain di aduk anda juga dapat mengocok sampai bubuk pada susu tercampur dan larut dengan sempurna.

* Persediaan untuk 24 jam. Aduk susu bubuknya sampai larut, lalu tuangkanlah ke sejumlah botol, tutup lalu masukan ke lemari es. Selewat 24 jam, buang yang tidak terpakai dan buatlah yang baru. Atau persediaan satu-persatu. Tutuplah botolnya dan kocok sampai susu bubuknya larut.

4. Penyimpanan dan penyajian

Jika anda ingin membuat persediaan susu dan menyimpannya, tuangkanlah susu kedalam beberapa botol. Tutup rapat dan letakan di lemari es dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius. Susu yang anda buat tadi dapat bertahan 24 jam. Selewat 24 jam, buang susu yang tidak terpakai tadi dan buatlah yang baru. Susu yang disimpan lebih dari 24 jam tidak baik untuk dikonsumsi bayi dan dikhawatirkan dapat mengganggu pencernaan bayi.

Lebih baik susu yang tidak di konsumsi lebih dari 24 jam di buang, dan buatlah persediaan baru lagi untuk 24 jam berikutnya. Larutan susu yang tidak segera diminum sebaiknya disimpan kedalam lemari es agar tidak cepat rusak dan terkontaminasi bakteri dan kuman.

Tutup rapat susu bubuk yang digunakan tadi ke dalam wadah yang tertutup rapat. Pastikan anda menaruh wadah susu bubuk yang anda simpan tadi di tempat yang tidak lembap agar susu bubuk yang anda simpan tidak menggumpal ataupun rusak.

Catatan:

* Kalau Anda keluar atau bepergian, bawalah sebotol air rebus sesuai ukuran yang anda butuhkan dan sebuah tempat berisi susu bubuk. Jadi, bila sang bayi memerlukannya, langsung dapat Anda buatkan.
* Selewat 1 jam, buanglah isi botol yang masih ada sisanya.
* Sekali lagi perhatikan tanggal pada kaleng susunya dan buanglah kalau kadaluwarsa. Lewat dari 1 bulan, buanglah kaleng susu bubuk yang sudah dibuka.
* Menghangatkan susu tidak boleh lama-lama, tidak lebih dari 10 menit sudah cukup.

Sekian tips dari kami tentang Bagaimana menyajikan susu bubuk untuk dikonsumsi bayi?

Tips dan info dari Clio Surya Cemerlang